Conclusion Konverter Kit menggunakan konsep Replacing (mengganti tabung)

Konverter kit adalah produk “manufactures after markets” atau produk aksesoris yang dipasangkan pada kendaraan sehingga kendaraan dapat menggunakan bahan bakar yang berbeda dari spesifikasi kendaraan saat diproduksi oleh ATPM.

Konverter kit yang beredar saat ini adalah konverter kit import yang sesuai dengan regulasi UN ECE,
  1. NGV (NGV, Natural Gas Vehicle) biasa di Indonesia disebut dengan BBG,  regulasi UN ECE R110
  2. LGV (Liquid Gas Vehicle) biasa di Indonesia disebut dengan Vigas, regulasi UN ECE R67
Kedua regulasi menganut paham atau konsep Refill (atau mengisi kembali) yang didukung oleh SPBG (stasiun pengisian bahan bakar gas), karena di Eropa saat BBG untuk kendaraan dikembangkan tidak mengenal tabung fleksibel. Energi di Eropa dijaga betul regulasinya sehingga jelas semua penggunaan dan komersialisasinya. Gas untuk rumah tangga tidak dijual dalam tabung melainkan dialirkan melalui pipa dibawa tanah (tidak ada kebijakan energi yang berantakan seperti di Indonesia).

Kedua bahan bakar gas diatas berbasis :
  1. Methan (CH4) dan berupa gas dalam wadah tampung berupa tabung oleh karena itu gas tersebut harus dikompresi dengan tekanan tinggi hingga maksimal dapat mencapai 200 bar atau 2800 psi) agar kapasitas atau jarak tempuh kendaraan menjadi jauh. Jenis bahan bakar ini disebut dengan CNG (Compressed Natural Gas), seperti yang ditemukan pada bus way. Karena gas CNG berwujud gas maka kesetaraan gas dan jarak tempuh juga tidak dapat disamakan dengan liter melainkan diistilahkan dengan LSP (Liter Setara Premium) dan perhitungannya berdasarkan kalor dari jenis gas tersebut.
  2. LPG (Liquid Petroleum Gas) dan berupa cair dalam wadah tampung berupa tabung oleh karena itu gas tersebut memiliki tekanan rendah (sesuai volume tabung hanya berkisar antara 80-100psi) dengan kapasitas bahan bakar atau jarak tempuh yang sangat jauh. Jenis bahan bakar ini disebut dengan Vigas (Vehicle Gas) jika pada kendaraan atau mudahnya LPG yang terdiri dari komponen Propan (C3H8) dan Butan (C4H10). Karena LPG berwujud cair dalam tabung maka kesetaraan dapat langsung dihitung secara matematis sesuai dengan konversinya yaitu kg ke liter dengan faktor 1 : 1,7. Dibulatkan 2 maka dalam tabung 12kg LPG berisi 24 liter LPG.
Kendala Indonesia lamban dalam penerapan bahan bakar gas (BBG) pada kendaraan dikarenakan infrastruktur SPBG yang tidak juga kunjung ada atau minim, sementara bahan bakar gas (BBG) sudah merupakan bahan bakar pengganti generasi kedua setelah bahan bakar gas generasi pertama berupa bahan bakar minyak (BBM) dinyatakan menipis atau minim persidiaannya. Pemerintah tidak pernah serius dalam menanggapi hal ini sejak 10 bahkan 20 tahun yang lalu. Lihat Amerika bangkit dari keterpurukan Ekonomi saat Jepang menandatangani kontrak Shale gas. Gas yang ditemukan pada kedalaman lebih dari 1000 meter dengan teknologi Cracking. Parahnya lagi keterpurukan ekonomi dunia saat ini juga dipicu oleh shale gas di Amerika yang dapat menurunkan  harga minyak dunia hingga dibawah 60 dollar US per barel. Sungguh suatu sebab akibat yang harus diperhitungkan!!!

Untuk percepatan konversi BBM ke BBG di Indonesia sebenarnya sudah dapat dilakukan 5 tahun-10 tahun yang lalu, menggunakan tabung fleksibel (tabung gas LPG untuk keperluan rumah tangga program konversi minyak tanah ke bahan bakar gas LPG). Hanya saja Indonesia harus berani menerapkan regulasi yang berlainan dengan regulasi UN ECE tadi yang diadopsi dan menjadi kebijakan energi negara Indonesia. Penerapan regulasi yang baru tersebut adalah konversi BBM ke BBG menggunakan konsep tabung fleksibel atau menggunakan konsep replacing (mengganti tabung) dan bukan konsep refilling atau mengisi tabung. Jika SPBG sudah tersebar diseluruh Indonesia maka selanjutnya konsep refilling dapat diterapkan kembali dengan hanya mengganti tabung fleksibel menjadi tabung fix (tetap) yang nanti dapat diisi kembali di SPBG.

Untuk membangun konsep replacing (menggunakan tabung fleksibel LPG) harus dilakukan beberapa hal :
  1. Tabung harus habis dalam pemakaiannya pada kendaraan (karena tabung harus di kembalikan ke warung dalam keadaan benar-benar kosong). Sementara untuk konsep refilling gas tidak perlu habis dalam tabung karena akan diisi kembali di SPBG.
  2. Untuk membuat gas habis dalam tabung, GCU atau gas control unit harus mampu mengeluarkan bahan bakar minyak (BBM) dalam prosentase yang minim, misalnya 10% dan bercampur dengan bahan bakar gas (BBG) yang kondisi tekanannya mulai berkurang karena faktor dingin atau kondisi bahan gas akan habis. Percampuran harus dapat berdinamika dengan baik, artinya bahan bakar bensin terus meningkat prosentasenya hingga 100% sementara bahan bakar gas terus menurun hingga 0% atau dapat dinyatakan habis sama sekali. Dengan demikian gas akan benar-benar habis dalam tabung. Ini adalah faktor keamanan, keselamatan, kenyamanan dan efisiensi dalam berkendaraan.
  3. Untuk dapat menggunakan tabung gas fleksibel diperlukan lock valve kit sehingga penguncian katub pada tabung fleksibel benar-benar terjamin kemanan dan keselamatannya dari bahaya crashing, impact, vibrasi atau yang lainnya.
  4. Diperlukan casing atau kemasan tabung berupa box yang kedap sehingga gas yang bocor akibat kelengkapan penggunaan tabung gas, mulai dari badan tabung, katub tabung, ventil tabung, karet katub tabung, dan lain-lain tidak masuk kedalam ruang kabin kendaraan sekaligus memberikan alarm atu peringatan jika ada kebocoran gas yang diakibatkan oleh dinding tabung yang bocor, katub, lock valve kit, dll. Tabung selalu berganti-ganti kualitasnya (tidak fix) dan oleh karena itu harus dikemas dengan baik.
  5. Selain diperlukan casing untuk menghindari kebocoran, fungsi kedua adalah menghindari faktor dingin yang diakibatkan oleh hantaran udara. Perubahan wujud cair ke gas yang terus menerus keluar dari mulut katub tabung akan mengakibatkan katub tabung menjadi dingin dan dengan adanya udara disekitarnya membuat badan tabung menjadi dingin bahkan terdapat bunga es atau menjadi es disekeliling tabung. Dengan adanya casing maka tidak akan terjadi bunga es atau es pada badan tabung karena udara dalam casing (kemasan) tidak banyak dan bayaknya udara hanya terjadi pada saat buka tutup kemasan.
  6. Diperlukan small tube dan bukan gas reducer atau vaporized sehingga fungsi vakuum mesin dapat menghabiskan bahan bakar gas (BBG) dalam tabung. Saat pencampuran dengan bensin, gas akan habis terhisap oleh vakuum mesin walapun tekanan rendah gas tidak dapat memberikan bahan bakar yang cukup untuk mesin dalam ruang bakar.
  7. Diperlukan sistem monitoring kebocoran pipa dan kebocoran tabung dalam kemasan.
Dengan dibangunnya keempat inovasi diatas berupa komponen kemasan, lock valve kit, small tube dan GCU (Gas Control Unit) maka konsep replacing menggunakan tabung fleksibel dapat dipergunakan pada kendaraan dengan tingkat keamanan, keselamatan, kenyamanan, efisiensi dan performance yang maksimal.

Menggunakan tabung fleksibel dengan konsep replacing sebenarnya banyak kegunaan dan manfaatnya :
  1. Ada bau yang diberikan pada gas didalam tabung untuk deteksi kebocoran dirumah tangga yang tidak ditemukan pada gas di SPBG.
  2. Tabung dapat ditemukan dimana-mana, warung, toko, mini market dan lain-lain.
  3. Harga yang lumayan lebih murah dibandingkan dengan BBM
  4. Karena menggunakan konsep replacing menggunakan tabung fleksibel maka tabung dapat dilepas dan dipindahkan dari kendaraan serta berbeda dengan konsep refilling yang mana tabung fix terpasang pada kendaraan.
  5. dll

Bukan seperti gas CNG/compressed natural gas, yang wujudnya tetap gas dalam tabung hanya saja dikompresi agar kapasitasnya menjadi banyak konversinya menggunakan kalor yang tidak jelas. Sementara konversi kg ke liter untuk gas LPG adalah 1,7 (ilmiah dan jelas yang diperhitungkan dari berat jenisnya), bilanglah dibulatkan menjadi faktor 2.

Pertanyaan berikutnya adalah apakah LPG dapat dipergunakan di kendaraan??? Jawabannya adalah ya karena penggunaan LPG di kendaraan juga disebutkan di "Blue Print Pengelolaan Energi Nasional 2016-2025"
Jika menggunakan tabung 12kg maka dalam tabung terdapat 24 liter LPG berwujud cair dengan kapasitas yang banyak. Untuk yang 3kg maka akan menjadi 6 liter LPG dalam tabung.

Jika kemampuan kendaraan dengan perbandingan liter ke jarak tempuh adalah 1:10 maka penggunaan tabung 12kg akan dapat menempuh jarak 240km, sedangkan untuk tabung 3kg jarak tempuh adalah 60km.

Untuk mobil Yaris sebagai mobil pilot selam 3 tahun dengan cc 1500, perbandingan liter – jarak tempuh adalah 1:12. Dengan menggunakan LPG sebagai bahan bakar jarak tempuh menjadi 350km dan berarti perbandingan berubah menjadi lebih baik yaitu 1:15. Hal ini diakibatkan oleh bahan bakar LPG dengan nilai oktan 98 – 105, lebih tinggi dari BBM pertamax dengan nilai oktan hanya 92 atau 95. Untuk CNG nilai oktan adalah 120, oleh karena itu BBG tidak terbakar sepenuhnya dan mesin menjadi panas serta performancenya dikatakan bolot. Kompresi mesin harus ditambah menjadi tinggi agar BBG berupa CNG dapat terbakar sepenuhnya. Bagaimana caranya tanpa harus memodifikasi mesin??? Kami punya solusinya....hehehehehe....

Jika harga LPG 12kg diwarung Rp. 120.000,- dengan jarak tempuh 350 km per hari maka untuk kendaraan dengan perbandingan 1:10 memerlukan BBM 35 liter per hari. Jika harga BBM Rp. 6.500,- dikalikan 35 liter maka akan menjadi Rp. 227.500,-. Jadi per hari selisih harga bahan bakar menggunakan LPG atau BBM premium adalah Rp. 227.500,- - Rp. 120.000,- = Rp. 107.500,-.

Jika Rp. 105.000,- dikalikan 30 hari kerja akan menjadi Rp. 3.225.000,-. Jika harga konverter kit kurang lebih 10 juta maka hanya dalam hitungan 3 bulan akan kembali investasi konverter kit yang selanjutnya akan menguntungkan karena investasi sudah lunas. Bagaimana jika harga BBM naik menjadi Rp. 8500,- atau Rp. 9.500??? Sungguh sangat membantu rakyat kecil akan mahalnya dan kelangkaan BBM.

Sementara pemerintah harus berfikir keras untuk berani menggunakan sistem replacing dari pada harus mempertahankan sistem refilling yang tidak didukung oleh SPBG-nya. Pemerintah harus berani untuk mengambil tindakan dari pada didahulukan oleh negara tetangga lainnya. Malu Indonesia selalu tertinggal dari negara tetangga karena ulah para pembisnis yang tidak berfikiran nasionalis dan idealis. Tirulah China yang menjadi besar karena pemerintahnya berani ambil tindakan untuk rakyatnya agar lebih maju dan makmur.

Salam sejahtera dan makmur selalu wahai pemerintahku....

Dipl. - Ing. A. Hakim Pane

BMW X5 Pun Berhasil Ditaklukan

Secanggih apapun BMW memproduksi mobil hingga tidak dapat dimodifikasi maka bagi kami teknologi tetap saja dapat dicracking dan di manipulasi sehingga ECU mobil dapat menerima teknologi kita....hahahaha.......

Beberapa Pemasangan Konverter Kit Di Kendaraan

Training Instalasi dan Pemasangan Konverter kit untuk pertama kali pada kendaraan Opel Blazer.

Produksi Kemasan Tabung Untuk Rumah Tangga




Mari kita beralih sebentar dari produk Konverter Kit ke produk Kemasan Tabung 3kg dan 12kg (Safety Gas Tube Cover). Komponen dari konverter kit berupa kemasan pelindung tabung dapat juga dipergunakan di rumah tangga agar bahaya kebakaran dan ledakan pada penggunaan tabung gas dirumah tangga untuk memasak dapat dihindari. (Lihat tulisan yang lalu dalam web ini : http://www.konverterkit-indonesia.com/2014/05/lihat-dehbahayanya-gas-bocor-dalam.html.

Malaysia Geger Kereta Menggunakan Tong Masak

Malaysia heboh saat melihat kereta atau mobil menggunakan tabung LPG untuk memasak.

ULASAN & PEMBAHASAN PAMERAN SERTA ROAD SHOW PAMERAN BERIKUTNYA


Ulasan dan pembahasan pameran RITECH "Hari Kebangkitan Teknologi Nasional" di BPPT Sudirman tanggal 9-12 Agustus 2014 dan pameran "Indonesia Steel and Metal Expo" di JIEXPO Kemayoran tanggal 14-16 Agustus 2014.

Hayo Buktikan Sendiri Inovasi Teknologi Indonesia Di Pameran Hakteknas Dan Nano Summit


 
Pameran Hakteknas di Gedung BPPT, 9-12 Agustus 2014 &
Pameran dan NANO SUMMIT di JIEXPO Kemayoran, 14-16 Agustus 2014